ke laut

ke laut, segala duka hanyut
lalu para nelayan menangkapi ikan-ikan
yang berenang dalam genang asin air mata

ke laut, segala petaka hanyut
dan para nelayan makan ikan air mata

kalibata, 1 september 2004

sesendok kata

masih terbaca sesendok kata
yang kau suapkan padaku tempo hari
: kusam. terlunta dalam hati

tidakkah kau tahu?
ketika kau berpaling
ia termutah
jadi puisi

kalibata, 9 desember 2004

ketika namamu disebut

ada gelegar bisu ketika namamu disebut
menyisa luluh lantak lagu pilu
beratus-beribu kuseru sedari dulu
mengombak aksara-aksara rindu
mendeburi batu karang meragu
dalam diam. dalam kelam

kuhirup udara yang melukismu senyap
tungku sebuah tunggu di dermaga

kalibata, 2 mei 2005

secarik rindu dan kopi beku

uap dan embun menginap
janji berkarat

telah kulesat semua isyarat
ke mana tertambat?

pesan-pesan tersesat
kau terlambat

dedak kopi membeku
hari berdebu

kalibata, 31 mei 2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: